Mahirotul Lugowiyah | Pelajaran 1 Taqdir & Rahmat Alloh
هَبَتْ رِيحٌ عَاصِفٌ، وَهَاجَ الْبَحْرُ ومَاجَ، فَاهْتَزَّتِ السَّفِينَةُ وَكَادَتْ تَغْرَقُ، فَخَافَ النَّاسُ وَبَكَوْا، وَدَعَوُا اللهَ أَنْ يُنْقِذَهُمْ مِمَّا هُمْ فِيهِ.... Telah bertiup angin yang kencang, dan laut pun bergelora dan bergoncang, maka kapal itu pun terguncang dan hampir tenggelam. Maka orang-orang pun ketakutan, mereka menangis dan berdoa kepada Allah agar Dia menyelamatkan mereka dari keadaan yang mereka alami. 📌 Catatan nahwu-shorof: هَبَتْ : fi‘l māḍī, fa‘ilahnya رِيحٌ . رِيحٌ عَاصِفٌ : na‘t man‘ūt, angin yang kencang. كَادَتْ تَغْرَقُ : fi‘l muqārabah, dengan fi‘l mudhāri‘ تَغْرَقُ sebagai khabarnya. دَعَوُا اللهَ : fi‘l + fā‘il + maf‘ūl bih. وَكَانَ فِي الْقَوْمِ إبْرَاهِيمُ بْنُ أَدْهَمَ - رَحِمَهُ اللهُ - وَهُوَ رَجُلٌ صَالِحٌ عُرِفَ بِعِلْمِهِ وَوَرَعِهِ وَتَقْوَاهُ. فَقَالُوا: لَوْ سَأَلْنَاهُ أَنْ يَدْعُوَ اللَّهَ ! Dan di antara kaum itu ada Ibrāhīm bin Adham – semoga Allah merahmatinya – seorang laki-laki salih yang dikenal ...