Tauhid : Bab 2 Nafiyan Wa Isbatan

وَقَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا ٱلطَّاغُوتَ﴾ [النحل: ٣٦]

Firman Allah Ta‘ala:
“Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat seorang rasul (yang menyerukan), ‘Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.’”
(QS. An-Nahl: 36)


📚 Kosakata Penting (Mufradat):

  • بَعَثْنَا (Kami telah mengutus): Maksudnya adalah Kami telah mengirim.

  • كُلِّ أُمَّةٍ (Setiap umat): Maksudnya setiap kelompok, generasi, atau angkatan dari manusia.

  • رَسُولًا (Seorang rasul): Rasul adalah orang yang diberi wahyu dan diperintahkan untuk menyampaikannya.

  • ٱعْبُدُوا ٱللَّهَ (Sembahlah Allah): Maksudnya mengikhlaskan ibadah hanya untuk-Nya.

  • وَٱجْتَنِبُوا ٱلطَّاغُوتَ (Jauhilah thaghut): Maksudnya tinggalkan dan jauhilah thaghut.

Catatan:
Kata "thaghut" berasal dari kata "thughyan" (melampaui batas). Segala sesuatu yang disembah selain Allah —dan ia ridha terhadap penyembahan tersebut— maka ia disebut thaghut.


🧠 Makna Umum Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta‘ala mengabarkan bahwa Dia telah mengutus kepada setiap kelompok dan generasi manusia seorang rasul yang menyeru mereka untuk hanya menyembah Allah semata dan meninggalkan penyembahan terhadap selain-Nya.
Sejak munculnya kesyirikan di kalangan Bani Adam pada masa Nabi Nuh ‘alaihissalam, Allah senantiasa mengutus para rasul untuk mengajak umat kepada tauhid, hingga akhirnya ditutup dengan kerasulan Nabi Muhammad ﷺ.


🔗 Kaitan Ayat dengan Bab (Tauhid):

Ayat ini menunjukkan bahwa seruan kepada tauhid dan larangan dari syirik merupakan misi utama seluruh para rasul dan para pengikut mereka.


📝 Faedah yang Bisa Diambil dari Ayat:

  1. Hikmah diutusnya para rasul adalah untuk menyeru kepada tauhid dan melarang kesyirikan.

  2. Agama para nabi itu satu, yaitu: mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah, walaupun syariat mereka berbeda-beda.

  3. Rasul diutus kepada seluruh umat, sehingga hujjah (alasan) telah ditegakkan atas seluruh manusia.

  4. Tingginya kedudukan tauhid, dan bahwa ia adalah kewajiban atas seluruh umat.

  5. Ayat ini mengandung makna “Lā ilāha illallāh”, yaitu dengan peniadaan (meninggalkan semua sesembahan selain Allah) dan penetapan (ibadah hanya kepada Allah).
    Ini menunjukkan bahwa tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan keduanya:

  • Nafyu (peniadaan) saja bukanlah tauhid,

  • dan Itsbat (penetapan) saja juga bukanlah tauhid.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahirotul Lugowi : Berpikir Taktis Dan Sederhana

Mahirotul Lugowiyah | Pelajaran 1 Taqdir & Rahmat Alloh

HADITS 2 : TENTANG WAJIBNYA WUDHU DALAM SHOLAT