TAUHID : Berat Dan Dahsyatnya Kalimat (TAUHID) LAA ILAHA ILLAH ILLALLOH
Dari Abu Sa‘id al-Khudri radhiyallāhu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
Musa berkata:
“Wahai Rabbku, ajarkan kepadaku sesuatu yang dapat aku gunakan untuk berzikir kepada-Mu dan berdoa kepada-Mu.”
Allah berfirman:
“Wahai Musa, ucapkanlah: Lā ilāha illallāh.”
Musa berkata:
“Wahai Rabbku, semua hamba-Mu mengucapkan ini.”
Allah berfirman:
“Wahai Musa, seandainya tujuh langit dan seluruh penghuninya selain Aku, dan tujuh bumi diletakkan pada satu daun timbangan, dan Lā ilāha illallāh diletakkan pada daun timbangan yang lain, niscaya Lā ilāha illallāh lebih berat (unggul).”
(HR. Ibnu Hibban dan al-Hakim, dan dinyatakan sahih olehnya.)
🟥 Abu Sa‘id al-Khudri
Beliau adalah Abu Sa‘id al-Khudri, Sa‘d bin Malik bin Sinan al-Khazraji al-Anshari radhiyallāhu ‘anhu.
Seorang sahabat yang mulia dan putra seorang sahabat.
Beliau meriwayatkan banyak hadits dari Nabi ﷺ.
Wafat pada tahun 74 H.
🟥 Kosakata (Terjemahan Per Kata)
Musa
Yaitu Musa bin ‘Imran, Rasul Allah kepada Bani Israil, dan Kalimullah (yang diajak berbicara langsung oleh Allah).
أذكرك
Aku berzikir kepada-Mu dan memuji-Mu.
وأدعوك به
Dan aku berdoa kepada-Mu dengannya (dengan kalimat tersebut).
يقولون هذا
Mereka mengucapkan kalimat ini.
وعامرهن غيري
Dan seluruh penghuninya selain Aku.
في كفة
Pada satu daun timbangan.
مالت بهن
Niscaya lebih berat dan mengungguli yang lain.
🟥 Makna Global Hadits
Bahwa Nabi Musa ‘alaihis shalatu was salam memohon kepada Rabbnya agar diajarkan suatu zikir khusus yang dapat dia gunakan untuk berzikir dan berdoa kepada-Nya.
Allah memerintahkannya untuk mengucapkan kalimat Lā ilāha illallāh.
Ketika Musa merasa bahwa kalimat tersebut adalah zikir yang juga diucapkan oleh seluruh manusia, Allah menjelaskan kepadanya keagungan dan keutamaan kalimat tersebut.
Kalimat Lā ilāha illallāh memiliki bobot yang sangat agung, hingga jika ditimbang dengan seluruh langit, bumi, dan makhluk yang ada di dalamnya, maka kalimat tauhid itu lebih berat dan lebih unggul.
Musa ‘alaihis salam beribadah kepada Allah dengan kalimat itu dan bertawassul kepada-Nya dengannya.
Maka Allah membimbingnya untuk mengucapkan: “Lā ilāha illallāh.”
Musa menyadari bahwa kalimat tersebut adalah kalimat yang banyak disebut di lisan para makhluk.
Seakan-akan ia menginginkan suatu zikir yang Allah khususkan untuknya, yang membedakannya dari yang lain.
Lalu Allah menjelaskan kepadanya besarnya keutamaan zikir yang telah Dia tunjukkan kepadanya itu, dan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat menandinginya dalam hal keutamaan.
🟥 Kesesuaian Hadits dengan Bab
Di dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang keutamaan kalimat tauhid, dan bahwa tidak ada sesuatu pun yang menyamainya dalam keutamaan.
🟥 Pelajaran yang Dapat Diambil dari Hadits
1️⃣ Besarnya keutamaan kalimat Lā ilāha illallāh, karena kandungannya berupa tauhid dan keikhlasan.
2️⃣ Keutamaan Nabi Musa ‘alaihis salam dan semangat beliau untuk mendekatkan diri kepada Allah.
3️⃣ Bahwa ibadah tidak boleh dilakukan kecuali sesuai dengan apa yang Allah syariatkan.
Manusia tidak boleh mengada-adakan bentuk ibadah dari dirinya sendiri.
Karena Musa pun meminta kepada Rabbnya agar diajarkan zikir yang bisa ia amalkan.
4️⃣ Bahwa semakin besar kebutuhan dan ketergantungan kepada Allah, maka kalimat Lā ilāha illallāh adalah zikir yang paling agung.
Karena manusia sangat membutuhkan kalimat ini dibandingkan zikir-zikir lainnya, dan kalimat ini adalah yang paling mudah serta paling luas pengaruhnya.
5️⃣ Bahwa Allah berada di atas langit, sebagaimana dalam firman-Nya: “dan seluruh penghuninya selain Aku.”
6️⃣ Bahwa dalam berzikir harus mengucapkan kalimat tersebut secara lengkap, tidak cukup hanya dengan menyebut lafaz “Allah” saja, sebagaimana yang dilakukan sebagian orang yang tidak memahami.
7️⃣ Penetapan adanya mizan (timbangan amal), dan bahwa ia adalah haq (benar adanya).
8️⃣ Bahwa para nabi pun perlu diingatkan tentang keutamaan kalimat Lā ilāha illallāh.
9️⃣ Bahwa jumlah bumi ada tujuh, sebagaimana langit juga tujuh.
Komentar
Posting Komentar