TAUHID : Allah Haramkan Neraka Untuk Orang Yang Bertauhid



 :  الْحَدِيثِ (حديث عتبان)

وَهُمَا فِي حَدِيثِ عِتْبَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ:

(فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، يَبْتَغِي بِذٰلِكَ وَجْهَ اللهِ).



فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ
➡️ Sesungguhnya Allah mengharamkan (neraka) atas…

مَنْ قَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
➡️ orang yang mengucapkan: “Tidak ada sesembahan yang benar selain Allah”

يَبْتَغِي بِذٰلِكَ وَجْهَ اللهِ
➡️ dengan mengharapkan wajah Allah (yakni: ikhlas karena-Nya).



هُوَ عِتْبَانُ بْنُ مَالِكِ بْنِ عَمْرٍو الْعَجْلَانِيُّ الْأَنْصَارِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، صَحَابِيٌّ مَشْهُورٌ، مَاتَ فِي خِلَافَةِ مُعَاوِيَةَ.


Utban adalah ‘Itbān bin Mālik bin ‘Amr al-‘Ajlānī al-Anshārī radhiyallāhu ‘anhu, seorang sahabat Nabi yang terkenal. Ia wafat pada masa kekhalifahan Mu‘āwiyah.


 : المفردات

وَهُمَا
➡️ Maksudnya: hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dalam Shahih mereka.

حَرَّمَ عَلَى النَّارِ
➡️ Mengharamkan neraka; yakni mencegah neraka menyentuhnya.

يَبْتَغِي بِذٰلِكَ وَجْهَ اللهِ
➡️ Mengikhlaskan amalnya karena Allah dan wafat di atas keikhlasan itu, bukan karena riya’ atau nifaq.



أَنَّ الرَّسُولَ ﷺ يُخْبِرُ خَبَرًا مُؤَكِّدًا أَنَّ مَنْ تَلَفَّظَ بِكَلِمَةِ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، صَادِقًا فِيهَا، مُخْلِصًا، نَافِيًا لِلشِّرْكِ، عَامِلًا بِمُقْتَضَاهَا ظَاهِرًا وَبَاطِنًا، وَمَاتَ عَلَى ذٰلِكَ، لَمْ تَمَسَّهُ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.


Rasulullah ﷺ mengabarkan dengan penegasan bahwa siapa yang mengucapkan kalimat “Lā ilāha illallāh” dengan jujur, ikhlas, menafikan syirik, mengamalkannya secara lahir dan batin, lalu wafat dalam keadaan demikian, maka neraka tidak akan menyentuhnya pada hari kiamat.


أَنَّ فِيهِ دَلَالَةً وَاضِحَةً عَلَى فَضْلِ التَّوْحِيدِ، وَأَنَّهُ سَبَبٌ لِلنَّجَاةِ مِنَ النَّارِ، وَتَكْفِيرِ السَّيِّئَاتِ.

Bahwa hadits ini menunjukkan dengan jelas keutamaan tauhid, dan bahwa tauhid merupakan sebab keselamatan dari neraka serta penghapus dosa-dosa.

_________________________________________________________________________________________


 : ما يُسْتَفَادُ مِنَ الْحَدِيثِ

مَا يُسْتَفَادُ مِنَ الْحَدِيثِ:

١- فَضْلُ التَّوْحِيدِ، وَأَنَّهُ يُنْقِذُ مِنَ النَّارِ وَيُكَفِّرُ الْخَطَايَا.
٢- أَنَّهُ لَا يَكْفِي فِي الْإِيمَانِ النُّطْقُ مِنْ غَيْرِ اعْتِقَادِ الْقَلْبِ؛ كَحَالِ الْمُنَافِقِينَ.
٣- أَنَّهُ لَا يَكْفِي فِي الْإِيمَانِ الِاعْتِقَادُ مِنْ غَيْرِ نُطْقٍ؛ كَحَالِ الْمُلْحِدِينَ.
٤- تَحْرِيمُ النَّارِ عَلَى أَهْلِ التَّوْحِيدِ الْكَامِلِ.
٥- أَنَّ الْعَمَلَ لَا يَنْفَعُ إِلَّا إِذَا كَانَ خَالِصًا لِوَجْهِ اللهِ تَعَالَى، وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللهِ ﷺ.
٦- أَنَّ مَنْ قَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَهُوَ يَدْعُو غَيْرَ اللهِ، لَمْ تَنْفَعْهُ؛ كَحَالِ عُبَّادِ الْقُبُورِ الْيَوْمَ.
٧- إِثْبَاتُ الْوَجْهِ لِلهِ تَعَالَى عَلَى مَا يَلِيقُ بِجَلَالِهِ وَعَظَمَتِهِ.



1. Keutamaan tauhid, dan bahwa tauhid menyelamatkan dari neraka serta menghapus dosa-dosa.

2. Bahwa iman tidak cukup hanya dengan ucapan lisan tanpa keyakinan hati; seperti keadaan orang-orang munafik.

3. Bahwa iman juga tidak cukup hanya dengan keyakinan hati tanpa pengucapan; seperti keadaan orang-orang atheis (mulhid).

4. Keharaman neraka bagi orang-orang yang merealisasikan tauhid secara sempurna.

5. Bahwa amal tidak akan bermanfaat kecuali jika ikhlas karena Allah Ta‘ala dan sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ.

6. Bahwa orang yang mengucapkan “Lā ilāha illallāh” tetapi berdoa kepada selain Allah, maka ucapannya itu tidak bermanfaat baginya; seperti kondisi para penyembah kubur pada zaman ini.

7. Penetapan sifat wajah bagi Allah Ta‘ala sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya (tanpa tahrif, takyif, tamtsil, dan ta‘thil).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahirotul Lugowi : Berpikir Taktis Dan Sederhana

Mahirotul Lugowiyah | Pelajaran 1 Taqdir & Rahmat Alloh

HADITS 2 : TENTANG WAJIBNYA WUDHU DALAM SHOLAT