Qowaid Kitabah : Ketentuan Penulisan Bagian 2

 

Dan huruf ini (maksudnya huruf هـ dalam khat naskh) ditulis di atas garis dalam dua keadaan:

A — Jika huruf tersebut terpisah (tidak bersambung dengan huruf lain) seperti pada kata: jazā’uhu (جزاؤه).

Dan masuk dalam kategori ini huruf tā’ maftūḥah yang terpisah seperti dalam kata: du‘ātun (دعاة).


B — Jika huruf itu bersambung dengan huruf setelahnya saja pada awal kata atau tengah kata seperti: yahdimu (يهدم), hud-hudun (هدهد).



Dan huruf ini ditulis bersambung di akhir kata seperti: qalbuhu, qalbahu (قلبه).

Dan termasuk pula huruf tā’ marbūṭah di akhir kata seperti: an-naẓāfatu / an-naẓāfata (النظافة).

Masih ada yang perlu kamu ketahui berikut ini:


1 — Huruf-huruf dalam khat naskh semuanya berongga di bagian dalam, kecuali huruf ‘ain (ع), ghain (غ), dan mim (م). Huruf-huruf ini kadang ditutup bagian dalamnya, kadang dibuka, dengan rincian berikut:


A — Huruf ‘ain dan ghain memiliki dua keadaan:

  • يُطمس…
    Ditutup bagian dalamnya bila bersambung dengan huruf sebelumnya, baik di tengah maupun di akhir kata.
    Contoh: al-ghad, al-bay‘ (الغد، البيع)

  • يفرغ…
    Dibiarkan berongga jika tidak bersambung dengan huruf sebelumnya (baik di awal, tengah, atau akhir kata).
    Contoh: ‘alaykum, ightanimil-farāgh (عليكم، اغتنم الفراغ)


🔹 

Adapun huruf mim memiliki dua keadaan:

  • يطمس…
    Ditutup bagian dalamnya jika ditulis seperti ini: Muḥammad, Samā (محمد، سما)

  • يفرغ…
    Dibongkar bagian dalamnya bila ditulis seperti ini: Muḥammad, bismi, Sālim, umam (محمد، باسم، سالم، أمم)



2 — Titik-titik pada khat naskh selalu ditulis terpisah (berjarak), seperti pada huruf: , thā, qāf (ت ، ث ، ق)


3 — Huruf sīn dan syīn memiliki bentuk seperti gigi (gerigi), baik bersambung maupun terpisah.
Seperti pada: asās, sir, syams (أساس، سر، شمس)



4 — Khat naskh biasanya diberi tanda baca (harakat) sehingga makin indah.
Dan penggunaan harakat pada khat naskh adalah seperti:
Fatḥah, Kasrah, Ḍammah, Sukun, Syaddah, Maddah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahirotul Lugowi : Berpikir Taktis Dan Sederhana

Mahirotul Lugowiyah | Pelajaran 1 Taqdir & Rahmat Alloh

HADITS 2 : TENTANG WAJIBNYA WUDHU DALAM SHOLAT