Qowaid Kitabah : Cara Penulisan Huruf pada Garis (الكتابة على السطر)

Huruf tertentu ditulis di atas garis dalam dua keadaan:

  1. Jika terpisah.
    Contoh: جزاءه
    Termasuk juga tâ’ terpisah, seperti: دعاة

  2. Jika tersambung dengan huruf sesudahnya saja di awal atau tengah kata.
    Contoh: هدم، هدهد
    Dan ditulis bersambung di akhir kata.
    Contoh: قلبه، قلبه
    Termasuk juga tâ’ marbûthah di akhir kata.
    Contoh: النظافة، النظافة


Hal-hal yang perlu diketahui:

1. Bentuk huruf dalam khath naskh
Semua huruf dalam khath naskh kosong di dalamnya, kecuali huruf: ع، غ، م. Huruf-huruf ini kadang ditutup (penuh), kadang dibuka (kosong).

  • Huruf ‘Ain (ع) dan Ghain (غ):

    • Ditutup bila tersambung dengan huruf sebelumnya di tengah atau akhir kata.
      Contoh: الغد، البيع

    • Dikosongkan bila tidak tersambung dengan huruf sebelumnya (baik di awal, tengah, atau akhir kata).
      Contoh: عليكم، اغتنم، الفراغ

  • Huruf Mîm (م):

    • Ditutup bila ditulis seperti: محمد، سما

    • Dikosongkan bila ditulis seperti: محمد، باسم، سالم، أمم


2. Titik dalam khath naskh
Titik huruf dalam khath naskh selalu terpisah (terlihat jelas).
Contoh: ت، ث، ق


3. Huruf Sîn (س) dan Syîn (ش)
Selalu ditulis dengan bentuk gigi-gigi (gelombang kecil) baik saat tersambung maupun terpisah.
Contoh: أساس، سر، سم


4. Tanda baca (harakat) dalam khath naskh
Khath naskh dibubuhi harakat agar tampak indah. Harakat yang digunakan:

  • Fathah ( َ )

  • Kasrah ( ِ )

  • Dhammah ( ُ )

  • Sukun ( ْ )

  • Syaddah ( ّ )

  • Maddah ( ~ )

Kaedah khat naskh:
Ketika menulis huruf-huruf hijaiyyah dengan khat naskh, diperhatikan huruf-huruf yang turun dari garis dasar pada sebagian keadaan, huruf-huruf yang ditulis sejajar di atas garis pada keadaan lain, serta huruf-huruf yang tidak pernah turun dari garis. Berikut penjelasan rinciannya:


  1. Huruf-huruf yang tidak pernah turun dari garis dasar, baik dalam keadaan tersambung maupun terpisah, di awal kata, di tengah, maupun di akhirnya, yaitu:
    ا ، ب ، ت ، ث ، د ، ذ ، ط ، ظ ، ك ، لا.

  1. Huruf-huruf yang kadang turun dari garis dasar dan kadang tetap di atas garis adalah:
    ج ، ح ، خ ، س ، ش ، ص ، ض ، ع ، غ ، ق ، ل ، م ، ن ، ي.

Huruf-huruf ini turun dari garis apabila tidak tersambung dengan huruf sesudahnya (baik di akhir kata maupun terpisah), seperti: الحج ، البيع ، باع ، قال.

Turunnya huruf-huruf tersebut berbeda-beda tingkatannya; misalnya ج ، ح ، خ ، ع ، غ ، م ، ل lebih turun dibandingkan huruf-huruf lain seperti س ، ش ، ص ، ض ، ق ، ن ، ي.

Sedangkan bila huruf-huruf ini tersambung dengan huruf sesudahnya (di awal atau di tengah kata), maka ditulis di atas garis, seperti: حسب ، صلب ، مقلمة ، قواعد.


  1. Huruf-huruf yang selalu turun dari garis meskipun hanya sedikit adalah: ر ، ز ، و.
    Alasan berbeda aturannya dengan huruf lain yang turun dari garis dalam khat naskh adalah karena ketiga huruf ini tidak bisa tersambung dengan huruf sesudahnya; seperti: وارد ، الراشد ، راشد.


  1. Huruf هاء (هـ) memiliki kaidah khusus. Dalam sebagian keadaan sesuai dengan kaidah huruf lain, tetapi dalam sebagian keadaan berbeda. Penjelasannya:
    Huruf ini turun dari garis apabila tersambung dengan huruf sebelumnya dan sesudahnya; seperti: يهدم ، عليها.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahirotul Lugowi : Berpikir Taktis Dan Sederhana

Mahirotul Lugowiyah | Pelajaran 1 Taqdir & Rahmat Alloh

HADITS 2 : TENTANG WAJIBNYA WUDHU DALAM SHOLAT