Tauhid : Bab 3 Beribadah Hanya Kepada Alloh Saja

 وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِٱلْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ﴾ [الإسراء: ٢٣]

Firman Allah Ta‘ala:
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua."
(QS. Al-Isra’: 23)


📚 Kosakata Penting (Mufradat):

  • وَقَضَى (waqadhā): Memerintahkan dan mewasiatkan. Yang dimaksud dengan “qadha” di sini adalah perintah secara syar‘i (agama), bukan qadha qadar secara kauni (ketetapan alam semesta).

  • رَبُّكَ (rabbuka): Rabb adalah Pemilik yang mengatur segalanya; yang membina dan memelihara seluruh makhluk dengan nikmat-Nya.

  • أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ (allā ta‘budū illā iyyāhu): Maksudnya agar kalian hanya menyembah-Nya dan tidak menyembah selain-Nya.

  • وَبِٱلْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا (wabil-wālidayni iḥsānā): Dan Allah memerintahkan agar kalian berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya; sebagaimana Dia memerintahkan kalian untuk menyembah-Nya semata dan tidak menyembah selain-Nya.


🧠 Makna Umum Ayat:

Ayat ini mengabarkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta‘ala telah memerintahkan dan mewasiatkan melalui lisan para rasul-Nya agar manusia menyembah-Nya semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
Allah juga memerintahkan agar seorang anak berbuat baik kepada kedua orang tuanya dengan ucapan dan perbuatan, serta tidak berbuat buruk kepada mereka.
Karena kedua orang tua adalah pihak yang telah membesarkan dan merawat anaknya sejak kecil dan lemah, hingga ia menjadi kuat dan dewasa.


🔗 Kaitan Ayat dengan Bab (Tauhid):

Ayat ini menunjukkan bahwa tauhid adalah hak yang paling besar dan kewajiban yang paling utama. Karena Allah memulai perintah-Nya dengan tauhid dalam ayat ini, dan tidaklah sesuatu itu disebutkan pertama kali kecuali karena ia adalah perkara yang paling penting dan paling utama.


📝 Faedah yang Bisa Diambil dari Ayat:

  1. Tauhid adalah perintah pertama yang diwajibkan Allah kepada hamba-Nya, dan merupakan hak pertama yang wajib dipenuhi oleh seorang hamba.

  2. Dalam kalimat "Lā ilāha illallāh" terdapat makna penafian (meniadakan sesembahan selain Allah) dan penetapan (menetapkan ibadah hanya untuk Allah). Ini menunjukkan bahwa tauhid tidak tegak kecuali dengan dua hal tersebut:

    • Menafikan peribadatan kepada selain Allah.

    • Menetapkan peribadatan hanya untuk Allah.

  3. Agungnya hak kedua orang tua, karena Allah menyandingkan perintah berbuat baik kepada mereka setelah perintah untuk bertauhid kepada-Nya.

  4. Kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua dalam segala bentuk kebaikan, karena Allah tidak membatasi jenis kebaikan tertentu.

  5. Haramnya durhaka kepada kedua orang tua.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahirotul Lugowi : Berpikir Taktis Dan Sederhana

Mahirotul Lugowiyah | Pelajaran 1 Taqdir & Rahmat Alloh

HADITS 2 : TENTANG WAJIBNYA WUDHU DALAM SHOLAT