Nash Literasi Islam : Kezaliman Adalah Kegelapan Hari Kiamat

 

النَّصُّ

الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ
عَنْ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اَلظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ».
(مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ).

Teks:
“Ke­zaliman adalah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)


اللُّغَةُ

الكَلِمَةُ: الظُّلْمُ
مَعْنَاهَا: الشَّيْءُ فِي غَيْرِ مَوْضِعِهِ بِالتَّعَدِّي عَلَى حُقُوقِ اللهِ، وَحُقُوقِ عِبَادِهِ.

Bahasa:
Kata الظُّلْمُ (kezaliman) artinya: menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya dengan melampaui batas terhadap hak-hak Allah dan hak-hak hamba-Nya.


Salah satu tujuan agama Islam adalah melatih kita berakhlak mulia dan memiliki sifat-sifat terbaik. Sebab dengan itu masyarakat Islam akan menjadi baik, hubungan cinta dan persaudaraan di antara kaum muslimin semakin kuat, dan hal itu menjamin kemuliaan, kebahagiaan, serta kehidupan yang sejahtera.


Dan di antara sifat-sifat terpuji itu adalah memperlakukan manusia dengan adil, sehingga tidak ada di antara kita yang menjadi orang terzalimi dan menderita karena kezaliman. Nabi bersabda: “Tolonglah saudaramu, baik ia berbuat zalim maupun dizalimi...” (HR. Bukhari).


Karena kezaliman memiliki akibat yang sangat buruk, Allah Ta‘ala mengancam orang-orang zalim dengan azab yang pedih:
“Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih.” (QS. Al-Furqan: 37)
“Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal.” (QS. Asy-Syura: 45)
Dan Allah menafikan sifat zalim dari Diri-Nya, seraya berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi sebesar zarrah pun.” (QS. An-Nisa: 40)


Ayat-ayat dan hadits-hadits yang memperingatkan dari kezaliman sangatlah banyak. Semuanya menunjukkan bahwa kezaliman adalah bencana bagi pelakunya dan kebinasaan baginya. Hadits yang sedang kita pelajari ini memberikan gambaran betapa besar bahaya kezaliman, serta memberikan peringatan keras terhadapnya. Pada hari kiamat, pelaku zalim akan terombang-ambing dalam kegelapan yang pekat sehingga tidak bisa menemukan jalan yang lurus.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahirotul Lugowi : Berpikir Taktis Dan Sederhana

Mahirotul Lugowiyah | Pelajaran 1 Taqdir & Rahmat Alloh

HADITS 2 : TENTANG WAJIBNYA WUDHU DALAM SHOLAT