Qowaid Kitabah : Perbedaan Penulisan Rasm Utsmani & Rasm Imla-i
Para ulama muslim sejak dahulu hingga sekarang sangat memperhatikan penulisan mushaf. Para imam mereka meneliti bidang ini dan menjelaskan perbedaan antara penulisan rasm ‘Utsmānī dan penulisan imla’ī dengan cara menghimpun kata-kata yang berbeda penulisannya antara rasm ‘Utsmānī dan imla’ī.
Di antara contoh kata-kata tersebut adalah sebagai berikut:
| Rasm ‘Utsmānī | Tulisan Imla’ī |
|---|---|
| القرءان | القرآن |
| ءايتي | آياتي |
| الصلوة | الصلاة |
| الإنسن | الإنسان |
| الكتب | الكتاب |
| الزكوة | الزكاة |
| يجدل | يجادل |
| البطل | الباطل |
| غشوة | غشاوة |
Adapun kata-kata yang penulisannya sama antara rasm ‘Utsmānī dan tulisan imla’ī antara lain: الله، إله، الرحمن، لكن، طه، هذا، هؤلاء، ذلك، الذين.
Kata-kata ini dikecualikan dari penulisan sesuai kaidah imla’ī, sebagaimana akan dijelaskan di tempatnya, insyaAllah.
Alasan Tetap Mempertahankan Rasm ‘Utsmānī
Para ulama Islam sejak dahulu hingga sekarang berpegang pada rasm ‘Utsmānī dalam penulisan mushaf, dan memutuskan bahwa mengubahnya hukumnya makruh atau haram karena beberapa alasan berikut:
-
Rasm ini diperintahkan oleh Khalifah ‘Utsmān bin ‘Affān, dan disepakati para sahabat – semoga Allah meridhai mereka semua – sehingga hal ini setara dengan ijma’ mereka.
-
Ia adalah sunnah yang diikuti, karena kita diperintahkan untuk mengikuti sunnah mereka sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk".
-
Para tabi’in – semoga Allah merahmati mereka – bersepakat atas rasm tersebut, dan orang-orang setelah mereka terus mengikuti hingga zaman kita ini.
-
Tulisan imla’ī bisa berubah dan berganti; jika Al-Qur’an ditulis mengikutinya, dikhawatirkan akan terjadi perubahan dan kekacauan dalam penyalinan.
-
Menjaga Al-Qur’an dari permainan tangan para penulis dan lainnya dalam bentuk tulisannya.
Alasan Tetap Mempertahankan Rasm ‘Utsmānī
| No | Alasan |
|---|---|
| 1 | Perintah Khalifah ‘Utsmān dan disepakati para sahabat (ijma’). |
| 2 | Termasuk sunnah yang harus diikuti. |
| 3 | Disepakati para tabi’in dan diteruskan hingga kini. |
| 4 | Tulisan imla’ī mudah berubah, rawan menimbulkan kekacauan penyalinan. |
| 5 | Menjaga Al-Qur’an dari perubahan bentuk tulisan oleh pihak lain. |
Allah telah memberikan taufik kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk meresmikan Kompleks Raja Fahd untuk Percetakan Mushaf Al-Qur'an di Madinah Al-Munawwarah pada tanggal 6-2-1405 H, yang diresmikan langsung oleh Khâdimul Haramain Asy-Syarifain Raja Fahd bin Abdul Aziz.
Kompleks ini didirikan untuk memfokuskan perhatian pada pencetakan mushaf Al-Qur'an, serta hal-hal yang berkaitan dengannya seperti penerjemahan makna Al-Qur'an, pencetakannya, perekamannya dalam bentuk kaset dengan suara para qari terkenal, dan pelaksanaan penelitian serta kajian yang berhubungan dengan ilmu-ilmu Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Komentar
Posting Komentar